009: Penuh dengan ketidakpercayaan
Baru saja lulus dari universitas dan untuk pertama kalinya pergi jauh dari rumah, Xin Yu yang belum mengetahui betapa rumitnya hati manusia, akhirnya panik setelah melihat kolom komentar. Ia tak lagi mempedulikan penonton di ruang siaran langsung, bahkan tak peduli dengan penampilannya sendiri, ia terhuyung-huyung bangkit dari tumpukan tanah dan langsung meraih tangan dokter yang berlari mendekat, “Tolong periksa aku, masih bisa diselamatkan atau tidak.”
Qiu Jifeng menatap gadis muda yang sedang berada di masa-masa indah itu, menghela napas pelan, lalu berjongkok untuk memeriksa dan membalut lukanya. Luka akibat batu tambang yang terpapar radiasi biasanya hanya bisa menunggu ajal, namun Qiu Jifeng tak sanggup mengucapkannya saat melihat Xin Yu yang berlinang air mata. Ia menggunakan alat pemindai untuk memeriksa tubuhnya, seperti biasa ia akan berbohong dengan niat baik, mengatakan lukanya tidak parah, membalut lukanya, lalu membiarkan korban tetap menyimpan harapan sampai akhir.
Cara ini setidaknya bisa membuat korban merasa sedikit lebih tenang, dan hari ini pun ia berniat melakukan hal yang sama. Qiu Jifeng melirik data pada alat pemindai sekilas, menarik senyum getir, “Lukamu…”
Xin Yu jelas-jelas melihat perubahan ekspresi pada dokter itu, dari senyum getir, lalu terkejut, kemudian syok, dan akhirnya menatapnya dengan bingung. Jantungnya berdetak kencang. Dalam hati ia berpikir, selesai sudah, benar-benar tamat, seharusnya ia mendengarkan keluarga dan tetap tinggal di rumah.
“Lukamu... tidak apa-apa?” Qiu Jifeng sendiri hampir tak percaya dengan apa yang ia lihat. Selain luka luar, tak ada gas beracun, tak ada infeksi radiasi, tak ada gejala lain. Jika bukan karena batu tambang yang berlumuran darah tergeletak di sampingnya, ia bahkan akan mengira Xin Yu memang beruntung dan sama sekali tidak tertimpa batu radiasi itu.
Xin Yu yang berlinang air mata berkata, “...Kau dokter, kenapa malah bertanya padaku?”
Qiu Jifeng mengira matanya salah, ia mengucek mata kuat-kuat, memindai Xin Yu dua kali lagi, baru yakin dengan kenyataan di depan matanya. “Hanya luka luar, cukup dibalut saja sudah sembuh.”
Tak masuk akal! Ini benar-benar aneh! Apakah fisik gadis ini memang istimewa?
Xin Yu langsung menangis keras, “Dokter, jangan hibur aku lagi, semua orang di ruang siaran langsung bilang aku pasti mati.”
“Kau benar-benar hanya luka luar!” Qiu Jifeng memperlihatkan hasil pemeriksaan di depan kamera, membalut luka Xin Yu, lalu buru-buru pergi ke korban selanjutnya.
[Aku mahasiswa kedokteran, berdasarkan data yang ditampilkan dokter, memang benar luka si penyiar hanya luka luar, tidak mematikan.]
[Atau alat dokter rusak, atau si penyiar memang beruntung, tidak tertimpa batu tambang radiasi.]
[Aku jadi teringat, tadi penipu di luar memberikan batu keberuntungan kepada penyiar, ternyata benar-benar membawa keberuntungan, bisa selamat dari bencana sebesar ini.]
Xin Yu duduk termenung, tak mampu pulih dari apa yang baru saja terjadi. Mungkinkah... benar-benar batu keberuntungan yang menyelamatkannya?
Xin Yu mengeluarkan batu itu dari sakunya. Batu itu sangat mirip dengan batu tambang radiasi, hanya saja di permukaannya terdapat ukiran kuno yang sangat padat.
Qiu Jifeng juga belum bisa tenang, ia hanya bisa bergumam dalam hati bahwa gadis itu memang sangat beruntung.
“Qiu tua, tolong aku, aku akan mati!” Tiba-tiba terdengar teriakan keras, He Li yang berlumuran darah berlari ke arahnya sambil mengeluh, “Lapisan tanah di atap tambang runtuh, tidak parah, tidak ada yang tertimpa sampai mati, tapi banyak orang terkena batu tambang radiasi, aku juga tertimpa, aku pasti mati.”
Qiu Jifeng tak berani membuang waktu, segera memeriksa lukanya, lalu menendang pantat He Li, “Kau cuma lecet, memang kelihatan parah, tapi tidak mematikan, tiap hari lebay saja.”
He Li berteriak, “Tak mungkin, aku jelas-jelas melihat batu tambang radiasi sebesar kepalan tangan mengarah ke dahiku, aku pasti mati, jangan hibur aku.” Setelah berteriak, ia melihat Qiu Jifeng menatapnya dengan dalam, langsung gugup, “Kenapa menatapku seperti itu? Berapa lama lagi waktu yang kumiliki?”
Qiu Jifeng tampak kesal, “Hari ini sepertinya aku sedang sial, kau benar-benar tidak apa-apa, sungguh, hanya luka luar, aku tidak sedang menghiburmu.”
He Li langsung bangkit dengan semangat, “Serius?”
Qiu Jifeng bahkan lebih serius, “Serius.”
He Li tertegun, lalu wajahnya memerah karena semangat, “Kalau benar, aku tahu apa yang menyelamatkanku, semua korban di tambang ini mungkin masih bisa diselamatkan!”
Ia mengeluarkan batu formasi penawar racun dari saku dan menunjukkannya pada Qiu Jifeng, “Ini pemberian gadis waktu itu, yang jual pil penahan lapar, aku bahkan sempat menyuruhmu ke toko onlinenya, kau malah bilang itu penipuan dan menendangku keluar waktu itu.”
Qiu Jifeng menerima batu formasi dengan bingung, “Masa sih?”
“Tak usah dipikirkan masuk akal atau tidak, yang penting selamatkan orang dulu!” He Li mengambil kembali batu itu dari Qiu Jifeng, lalu mendekati korban yang baru saja dievakuasi, sambil mendesak Qiu Jifeng, “Periksa luka, cepat!”
Qiu Jifeng melihat korban pingsan, ia tak berani menunda, memindainya dengan alat, “Tulang lengan bawah kanan patah, banyak luka gores di tubuh, gas racun sudah masuk, tiga puluh menit lagi akan menyerang jantung dan paru-paru.”
He Li meniru gaya Mo Zun Yue saat menolong orang, menaruh batu formasi penawar racun di tubuh korban, dan warna kebiruan di luka cepat menghilang, darah hitam yang keluar pun perlahan berubah menjadi merah segar.
“Periksa lagi!” He Li mengambil batu itu.
Qiu Jifeng segera memeriksa sekali lagi, “Tulang lengan bawah kanan patah, banyak luka gores, kehilangan darah terlalu banyak.”
Hasil pemeriksaan kali ini benar-benar berbeda dari sebelumnya. Keduanya saling berpandangan, sama-sama melihat keterkejutan di mata satu sama lain.
Masalah besar yang tak bisa diatasi oleh seluruh Kekaisaran, ternyata bisa dipecahkan oleh batu kecil buatan seorang gadis muda.
Sementara itu, Xin Yu yang sudah kembali sadar, menemukan jumlah penonton di ruang siaran langsung bertambah pesat, sekarang sudah lebih dari dua puluh ribu orang. Merasa sayang jika kesempatan ini dilewatkan, ia pun tetap siaran meski masih terluka, sambil menjelaskan kehidupan rakyat Bumi Kuno kepada para penonton.
“Sahabat-sahabat, kalian juga melihat sendiri, lingkungan hidup di sini sangat berbahaya, tiap hari mereka hidup di ambang kematian, sungguh tak disangka di masa sekarang masih ada tempat semiskin ini...”
Sambil menjelaskan, Xin Yu mengarahkan kamera ke para korban, menyiarkan secara langsung semua yang terjadi.
“Eh?”
Dua sosok yang sedang sibuk menolong korban masuk dalam bidikan kameranya, salah satunya ia kenal, dokter yang tadi memeriksanya, satunya lagi membawa batu dan menempelkannya satu per satu ke tubuh para korban.
Xin Yu terkejut, batu itu ternyata sama persis dengan batu keberuntungan miliknya. Ia mendekat dan bertanya, “Paman, apakah Anda sedang berdoa untuk para korban? Apakah ini salah satu budaya misterius Bumi Kuno?”
He Li bingung, “Doa apa? Ini sedang mengobati orang.”
Xin Yu sangat terkejut, mengeluarkan batu keberuntungan miliknya, yang memang persis sama dengan batu di tangan orang itu, “Bukankah batu keberuntungan hanya untuk keberuntungan? Bisa juga untuk menyembuhkan?”
He Li: …
Qiu Jifeng menepuk pahanya, “Pantas saja kau bisa selamat, ternyata kau membawa batu formasi penawar racun, kalau begitu jangan bengong, bantu menolong saja.”
Prinsip kerja batu formasi itu adalah mengumpulkan energi spiritual untuk mengusir energi jahat, bisa digunakan siapa saja yang menyentuhnya.
Akhirnya Xin Yu pun ikut membantu menolong para korban. Dalam proses itu, ia akhirnya paham apa yang sebenarnya terjadi, batu itu bukan batu keberuntungan, melainkan batu formasi penawar racun.
Penonton siaran langsung pun ikut terkejut, tak percaya dengan apa yang mereka lihat.
[Jadi, dua saudara yang tadi itu bukan penipu, tapi benar-benar ahli sejati?]
[Batu yang diberikan terakhir juga bukan batu keberuntungan, tapi sang kakak tahu penyiar akan masuk tambang, jadi sengaja memberinya batu formasi penawar racun?]
[Bumi Kuno memang luar biasa, di mana-mana ada orang hebat!]
[Kalau begitu... barang yang dijual di toko online Xuan Tian Zong itu asli?]
Setelah pengingat dari penonton itu, para penonton yang sejak awal sudah masuk ke ruang siaran langsung teringat pada dua bersaudara penjual batu itu yang menyebut-nyebut toko online Xuan Tian Zong, mereka sebelumnya bahkan sempat mengejek keduanya sebagai penipu yang tak tahu malu.
Kini setelah melihat efek batu itu nyata, mereka ramai-ramai masuk kembali ke toko online Xuan Tian Zong dan menemukan tiga produk yang dijual sudah habis terjual.
Satu per satu mereka kembali ke ruang siaran langsung sambil menjerit-jerit.
[Siapa, siapa yang begitu cepat? Diam-diam langsung habis terbeli?]
[Siapa tadi yang bilang mereka penipu, sekarang diam-diam borong semua barang di toko, bukannya malu?]
[Aku saja tak kebagian, siapa sih yang dapat, cepat keluar, mau tahu siapa yang mukanya sekarang merah padam.]
Tak ada satu pun yang mengaku telah membeli, akhirnya tak ada yang tahu siapa yang memborong barang-barang itu.