Depois que ela morreu, o pai e o filho desgraçado enlouqueceram!

Depois que ela morreu, o pai e o filho desgraçado enlouqueceram!

Penulis: Mestre da Energia Púrpura

Após seis anos de casamento, Shi Jingchen tratava-a friamente como gelo, enquanto Bai Qingyue o cuidava como uma velha empregada. Porque ela o amava profundamente. Acreditava que certamente conseguiria aquecer o coração dele, fazendo-o olhar para trás novamente. Mas o que esperava era a ternura que ele dispensava a outra mulher, um afeto profundo e apaixonado. Ela ainda insistia com todas as forças. Até o dia do aniversário do filho, quando foi tramada e brutalmente assassinada, só então percebeu que estava errada. Ao ver o seu cadáver, o homem e o filho enlouqueceram. Ao acordar novamente, ela reencarnou no corpo da luz branca do homem traidor, e o marido deitado ao lado era na verdade o assassino que a havia brutalmente assassinado...

Depois que ela morreu, o pai e o filho desgraçado enlouqueceram!

11ribu kata Palavras
0kunjungan visualizações
48bab Capítulo

Bab Satu: Seseorang Ingin Membunuhku

"Jingchen... selamatkan aku... ada yang ingin membunuhku!"

Sambil memegangi perutnya yang buncit dengan satu tangan, Bai Qingyue berlari dan menghindar dengan panik. Tangan lainnya mendekap erat sebuah kue cokelat saat dia buru-buru menghubungi nomor Shi Jingchen.

Kerutan tidak sabar muncul di dahi Shi Jingchen. "Trik apa lagi yang sedang kamu mainkan? Kalau butuh pertolongan, cari dokter. Jangan ganggu aku."

Di sampingnya, Shi Yance mengerucutkan bibirnya dengan kesal. "Ibu selalu saja suka berbohong. Terakhir kali dia bahkan menggunakan kehamilan untuk membohongi aku dan Ayah agar kami tetap di rumah. Untung aku pintar dan berhasil membongkar kebohongannya. Kalau tidak, selama beberapa bulan ini aku tidak akan bisa menemani Bibi Yueyue."

Shen Qingyue tersenyum malu-malu, lalu dengan penuh perhatian menyendokkan semangkuk sup untuk Shi Jingchen.

"Kakak Jingchen, Qingyue melakukan itu karena dia peduli pada kalian, makanya dia berbohong. Dia tidak sengaja melakukannya."

Shi Yance langsung meraih tangan Shen Qingyue dan menyelipkannya ke dalam genggaman Shi Jingchen. "Bibi Yueyue, tidak usah pedulikan ibuku. Dia memang selalu suka berbohong. Kali ini pasti dia sengaja lagi agar Ayah memperhatikannya."

Suara kekanak-kanakan yang polos itu bagaikan sebilah belati tajam yang tanpa ampun menusuk langsung ke jantung Bai Qingyue.

Plak! Kue cokelat di tangan Bai Qingyue jatuh dan hancur di atas tanah.

Siapa yang mengira bahwa anak yang dikandungnya selama sembilan bulan itu ak

📚 Rekomendasi Terkait

Lihat lebih banyak >

Peringkat Terkait

Peringkat lebih banyak >