Bab 31: Menggemparkan Dunia!
Namun! Kehadiran sang Penakluk telah mengubah hidupnya!
Sebagai salah satu orang yang direkrut pada hari pertama gelombang kedua sebagai target penaklukan, meskipun faktor fisik dan keluarga memegang peranan penting, keberuntungan juga sangat menentukan. Tak berlebihan untuk mengatakan bahwa ia adalah anak keberuntungan sejati!
Setelah direkrut, pemuda berkacamata itu awalnya menyerap kekuatan hakiki dunia, lalu mulai memburu zombie. Meski akurasi tembakannya sangat rendah dan sering ditegur rekan setimnya karena dianggap membuang-buang peluru dan kekuatan dunia, ia tak pernah berhenti. Sebab ia tahu, dirinya mengidap penyakit mematikan.
Penyakit tanpa obat.
Sejak penyakit itu ditemukan pada tahun delapan puluhan, jutaan orang telah meninggal karenanya. Ibunya sendiri meninggal belasan tahun lalu, sementara virus itu bersemayam di tubuhnya hampir dua puluh tahun, dan kini tiba masa kritis. Sebelum direkrut, setiap hari ia menelan obat sekadar untuk bertahan hidup.
Namun kini, ia telah sembuh total!
Dan ia menjadi yang pertama di dunia!
"Terima kasih, Tuan Penakluk!"
Ia menghapus air matanya, penuh rasa syukur di dalam hati. Ia tahu, bagi sang Penakluk, dirinya hanyalah sosok tak berarti. Tokoh kecil sepertinya bisa dengan mudah dibantu oleh sang Penakluk.
Di momen kelahirannya yang baru ini, ia tiba-tiba teringat kata-kata sang Penakluk—
Semoga di dunia tak ada lagi kelaparan, penyakit, penindasan; setiap orang mendapat hasil dari jerih payahnya, dan hari tua pun terjamin.
"Aku rasa, aku telah menemukan tujuan hidupku."
"Aku, Si Tianze, ingin mengikuti jejakmu, berjuang sepanjang hidupku demi cita-cita itu!"
Keyakinan membara muncul di hati Si Tianze, tatapannya menjadi luar biasa tegar!
Ketika pikirannya melayang jauh, sebuah guncangan hebat membawanya kembali ke kenyataan.
Para dokter dan ilmuwan mengelilinginya, salah satu profesor menatap penuh kasih, "Tianze, ada banyak hal yang belum kami pahami, kami mohon kerjasamamu."
Teringat segala penderitaan di masa lalu, Si Tianze menatap tegas, "Terus terang, berkali-kali aku nyaris bunuh diri karena tak tahan tersiksa penyakit ini. Hanya saja, aku tak pernah punya cukup keberanian, hingga akhirnya bertahan sampai hari ini. Kini, mimpi burukku telah sirna. Namun, masih banyak orang yang bernasib sama denganku dulu—diliputi nestapa, tak melihat secercah harapan, hidup dalam keputusasaan."
"Meskipun aku tak sekuat Penakluk yang dapat mengangkat tangan dan memindahkan orang ke dunia lain untuk menyelesaikan masalah dari akarnya, aku rela mencurahkan tenaga demi kebaikan banyak orang. Jika kalian memerlukan bantuanku, katakan saja, pasti akan kuusahakan sebaik mungkin!"
"Lihatlah, betapa mulia tekad anak muda ini!"
"Benar sekali!"
"Andai semua orang bisa berpikir untuk orang lain, tentu dunia akan jauh lebih indah."
"Tenang saja, kami hanya akan mencatat perubahan hidup dan fisikmu, diagnosa, pemeriksaan, dan paling banter ambil sedikit darah, tidak akan ada eksperimen aneh seperti di film atau televisi. Teknologi manusia belum secanggih itu."
Para dokter dan ilmuwan merasa terharu mendengar tekad Si Tianze, bahkan ada yang khusus menjelaskan prosesnya agar ia tak perlu khawatir. Sebab, banyak orang sangat takut atau bahkan fobia dengan urusan medis. Begitu mendengar harus menjalani pemeriksaan setelah sembuh, orang-orang mudah membayangkan hal-hal menyeramkan seperti eksperimen medis, dan itu saja sudah cukup membuat mereka ketakutan setengah mati.
Dari seratus orang, satu-dua yang mau bekerja sama saja sudah luar biasa.
Meskipun telah berkali-kali dijelaskan bahwa pemeriksaan hanya sebatas memeriksa tubuh...
Para dokter dan ilmuwan itu pun menepis segala kekhawatiran, lalu mulai mencatat berbagai pertanyaan dan jawaban dengan kertas dan pena.
Hingga hari ini, memang sudah puluhan ribu orang yang direkrut, dan angka itu akan segera menembus seratus ribu. Namun, kebanyakan yang direkrut adalah pasukan khusus—orang-orang sehat. Proses seleksi militer begitu ketat, bahkan penderita wasir pun tak lolos, apalagi penyakit berat atau mematikan.
Para pekerja produksi memang ada yang mengalami masalah kesehatan, namun usia mereka kebanyakan sudah lanjut. Mereka hanya berani menyerap kekuatan dunia, tak berani memburu zombie.
Jadi, semua orang tahu bahwa membunuh zombie dapat meningkatkan daya tahan tubuh. Tapi—
Berapa besar peningkatannya untuk tiap zombie yang dibunuh? Berapa besar jika membunuh sepuluh zombie? Pertanyaan-pertanyaan semacam ini tak bisa dijawab hanya dengan memeriksa jumlah sel darah putih atau limfosit.
Bahkan pasukan khusus yang membantai zombie pun tetap terlihat sama seperti orang biasa, tak ada perbedaan mencolok. Lagi pula, siapa yang tega menyuntikkan virus mematikan pada mereka demi penelitian? Dan memang tak ada yang berani.
Si Tianze berbeda dengan pasukan khusus. Sistem imun dalam tubuhnya sangat kuat, namun tidak cukup untuk menghancurkan virus HIV. Kesembuhannya terjadi karena sistem imunnya direkonstruksi, bahkan muncul struktur baru yang aneh dan belum pernah tercatat dalam sejarah kedokteran.
Struktur itu pun tidak tetap, melainkan terus berubah seiring waktu.
Para dokter dan ilmuwan menduga, perubahan ini berkaitan dengan aktivitas memburu zombie!
Maka, Si Tianze yang sembuh dari penyakit mematikan menjadi objek penelitian terbaik!
Di saat para dokter dan ilmuwan meneliti sistem imun manusia yang baru ini, pemerintah pun mengambil tindakan.
Mereka mengumumkan berita besar!
Kantor berita resmi menulis artikel, lalu media utama nasional segera mempublikasikannya, diikuti oleh seluruh media otoritatif lainnya!
Dalam sekejap, artikel berjudul "Selamat: Pasien AIDS Pertama di Dunia yang Sembuh Secara Alami" meledak di seluruh jaringan internet!
Artikel itu menegaskan bahwa kesembuhan dari AIDS berkaitan dengan peningkatan daya tahan akibat membunuh zombie, di mana sistem imun pasien direkonstruksi sehingga mampu menghancurkan virus HIV secara efektif.
"Apa?! Benarkah ini?!"
"Baca baik-baik, semua media otoritatif serempak memberitakan, pasti bukan berita palsu."
"Kalau AIDS saja bisa sembuh, penyakit seperti TBC, hepatitis A dan B, atau infeksi lainnya pasti bukan masalah!"
"Luar biasa!"
"Ahhhh, mulai sekarang kita takkan sakit lagi! Kapan aku bisa direkrut?!"
Setiap orang yang membaca berita itu benar-benar terkejut!
Selama ini, belum pernah tercatat ada pasien AIDS yang sembuh secara alami dalam sejarah manusia. Baik orang biasa maupun konglomerat, jika terkena penyakit ini, nasibnya pasti satu—mati!
Seluruh dunia hanya mencatat beberapa kasus yang mampu bertahan lebih lama, itupun berkat transplantasi sel punca, dan tak ada yang tahu kapan AIDS akan kambuh kembali.
Namun, kasus sembuh total kali ini terjadi karena rekonstruksi sistem imun yang benar-benar mampu menghancurkan virus HIV. Ini sangat berbeda dengan sekadar peredaan gejala lewat transplantasi sel punca.
Transplantasi sel punca hanya menunda, bahkan jika penyakit tidak muncul kembali, penderita tetap bisa menularkan ke orang lain. Rekonstruksi sistem imun berbeda, bahkan jika seribu kali berhubungan dengan penderita AIDS, seribu kali virus masuk ke tubuh, sistem imun baru ini tetap bisa memusnahkan virus HIV!
Artinya—
Orang ini bisa menghancurkan virus HIV kapan saja, di mana saja! Takkan pernah tertular lagi!
Artikel itu juga menegaskan bahwa rekonstruksi sistem imun ini memberikan peningkatan daya tahan secara menyeluruh, bukan hanya terhadap HIV, tetapi juga terhadap virus lain. Saat ini, hanya segelintir virus atau bakteri yang diketahui mampu menembus sistem imun yang telah direkonstruksi.
Di bagian akhir, artikel itu mengemukakan sebuah gagasan, bahkan harapan—jika membunuh zombie bisa merekonstruksi sistem imun, maka ketika sistem imun cukup kuat, ia akan mengoptimalkan struktur sel. Jika optimalisasi ini sempurna, bahkan sel kanker bisa diubah menjadi sel normal, dan pada akhirnya kanker pun bisa disembuhkan.
Setelah membaca artikel ini, para dokter dan ilmuwan di dalam dan luar negeri mendadak terpaku, kehilangan semangat bekerja, lalu mati-matian mencari informasi lewat segala jalur. Ada yang bahkan langsung memesan tiket pesawat hari itu juga menuju pusat penelitian!
Namun, yang paling geger justru para konglomerat superkaya!