O Registro de Mulheres Comuns Matando Imortais

O Registro de Mulheres Comuns Matando Imortais

Penulis: Ovo Frito com Café

Sua irmã morreu misteriosamente, e o governo fechou o caso de forma apressada, com a única pista indicando a primeira seita do mundo. Para vingar a irmã, Yu Shao, sozinha, inscreveu-se na Xuanmen. No mundo da cultivacao, prevalece a lei do mais forte, e os fracos raramente recebem justiça. Yu Shao insiste em seguir contra a corrente, com os recursos de uma raiz espiritual de quinto grau inferior, para se tornar a primeira no mundo da cultivacao e conquistar uma justiça para si mesma! Raiz espiritual ruim? Ela lava a raiz espiritual. Talentos baixos? Ela treina a noite toda. Sofrendo prejuízo? Ela se vira e prejudica os outros! O caminho da imortalidade é longo, ela finalmente quer se erguer no cume das montanhas.

O Registro de Mulheres Comuns Matando Imortais

29ribu kata Palavras
0kunjungan visualizações
157bab Capítulo

Bab 1 Ujian Dimulai Sejak Awal

Cahaya matahari menembus jendela, menyinari ruangan hingga benderang.

Bintik-bintik cahaya yang halus melompat di atas kertas putih bersih.

Yu Shao mengangkat kuasnya, mencelupkannya ke dalam tinta, lalu menulis dengan kecepatan bagaikan terbang.

Poin-poin pengetahuan dalam ujian itu telah ia pelajari berulang kali, tidak kurang dari puluhan kali.

"Sial... soal sampah macam apa ini," terdengar suara orang menggaruk-garuk kepala di ruang ujian. Seorang peserta menatap soal di depannya, tak tahan hingga menggigit ujung kuasnya sambil mengumpat pelan, "Benar-benar sengaja mempersulit orang..."

"Tenang, harap tenang!"

Penguji melangkah ke atas podium, memukul meja beberapa kali. Sepasang matanya yang setengah terpejam menyapu kerumunan di bawah dengan tatapan tegas.

"Siapa pun yang bicara lagi, akan dianggap curang!"

Ruang ujian seketika menjadi senyap, bahkan suara napas pun hampir tak terdengar.

Hari ini adalah tahap kedua dari ujian masuk murid baru Sekte Xuan—ujian tertulis pengetahuan dasar kultivasi.

Angin bertiup sepoi-sepoi, suasana sunyi senyap. Di seluruh ruangan, hanya terdengar suara gesekan ujung kuas di atas kertas.

Ujung kuas Yu Shao bergerak naik-turun, soal-soal di kertas ujian berubah menjadi aliran rona tinta di depan matanya.

Dalam lamunan, ia seolah tidak lagi mendengar suara apa pun, sekelilingnya berubah menjadi ruang hampa.

Hanya ada satu tekad di hatinya.

Ujian kali ini, ia harus lulus.

Yu Shao mengikuti ujian ini demi adi

📚 Rekomendasi Terkait

Lihat lebih banyak >

Peringkat Terkait

Peringkat lebih banyak >