Bab 12: Jamur Roh Teratai Sembilan

Jurus Pedang Pengusir Duka Lukisan Pedesaan 1254kata 2026-03-04 14:14:25

Menjelang fajar keesokan harinya.

Ari mengenakan pakaian hitam dan sekali lagi menaiki puncak Gunung Qian.

Puncak Gunung Qian selalu diselimuti salju dan es sepanjang tahun, sehingga orang biasa tidak mungkin bisa mencapai puncaknya.

Dengan pakaian hitamnya, Ari tampak sangat mencolok dibandingkan dengan Gunung Qian yang tertutup salju.

Setibanya di kaki gunung, Ari melirik ke arah Gunung Qian yang menjulang tinggi dan bergumam, “Alam benar-benar mahakarya yang luar biasa, telah menciptakan lingkungan seindah ini, sungguh tak terduga dan misterius. Kita berdiri di bawahnya bak setitik air di lautan luas, begitu kecil dan tak berarti.”

Setelah merenung sejenak, udara di sekeliling Ari perlahan menjadi tipis dan salju mulai mencair. Mengingat pesan gurunya, mata Ari memerah dan ia berbisik, “Guru, sekarang kau berada di mana? Muridmu rindu padamu. Kau pergi begitu saja, bagaimana aku bisa melanjutkan hidup? Tiga tahun telah berlalu, aku tak mampu, bahkan tubuhmu dan senjatamu pun tak bisa kutemukan. Ilmu bela diriku tak berkembang, bagaimana aku bisa membalaskan dendammu? Aku benci semua ini.”

Ari menghantam tumpukan salju di lereng gunung dengan satu tinju, membuat serpihan salju beterbangan.

Serpihan salju itu menyingkap bentuk asli lereng gunung, dan di sana tampak sebuah tanaman dengan sembilan helai daun, memancarkan cahaya keemasan.

“Jamur Sembilan Lotus.”

“Benar-benar Jamur Sembilan Lotus, bahkan sudah matang menjadi Jamur Sembilan Lotus emas. Tanaman ini pasti sudah berusia ribuan tahun. Aku akan selamat, aku akan selamat! Jika aku memakan Jamur Sembilan Lotus ini, tubuhku yang selama ini dihantui hawa dingin akan berubah, kekuatanku akan meningkat pesat. Setelah ini, latihan akan menjadi jauh lebih mudah.”

“Ha ha ha ha ha.”

Melihat Jamur Sembilan Lotus, air mata Ari mengalir deras.

Selama delapan belas tahun, ia menanggung siksaan hawa dingin, membuat ilmunya tak pernah maju. Gurunya pernah berkata, hanya Jamur Sembilan Lotus yang mampu membersihkan hawa dingin bawaan dalam tubuhnya dan mengubah nasibnya. Jika tidak, ia tak akan hidup sampai usia dua puluh tahun.

Kini, seolah-olah nasib berpihak padanya, Ari tak dibiarkan mati sia-sia.

Meski gurunya berkata ia tak akan hidup sampai dua puluh tahun, Ari tidak percaya pada nasib. Ia terus berlatih keras, berharap dapat mengubah takdirnya melalui usaha sendiri.

Namun selama bertahun-tahun, kemampuan bela dirinya tak juga berkembang, hawa dingin dalam tubuhnya makin pekat, dan serangan hawa dingin terjadi semakin sering.

Beberapa kali, Ari nyaris kehilangan kendali, hampir kehilangan nyawa.

“Aku harus mendapatkan Jamur Sembilan Lotus ini.”

Dalam hati, Ari telah membulatkan tekad, ia melangkah hati-hati mendekati Jamur Sembilan Lotus. Baru saja tiba di depan tanaman itu, Jamur Sembilan Lotus memancarkan cahaya terang, menyerap energi alam dari segala penjuru ke sembilan daunnya. Sekitar lima belas menit kemudian, di atas sembilan daunnya tumbuh sembilan bunga.

“Bunga! Bunga yang baru tumbuh!”

Melihat sembilan bunga itu, Ari begitu gembira hingga hatinya bergetar dan tak bisa tenang.

Dalam catatan sejarah, Jamur Sembilan Lotus adalah hasil dari perpaduan energi alam, tumbuh dengan menyerap kekuatan dunia. Jamur Sembilan Lotus yang matang akan berbunga dan berbuah.

Jika seseorang beruntung menemukan Jamur Sembilan Lotus yang berbunga dan berbuah, lalu memakan buahnya, segala penyakit akan sembuh. Bagi anak muda, buah ini dapat mengubah fisik dan memperkuat tulang; bagi orang dewasa, menambah kekuatan dan kesehatan; bagi orang tua, memperpanjang usia.

Ia adalah harta langka yang tak bisa dicari, hanya bisa ditemukan.

Para pejabat tinggi, bangsawan, dan keluarga kerajaan semua menginginkan buah Jamur Sembilan Lotus untuk memperpanjang hidup, atau untuk memperkuat keturunan keluarganya.

Sementara Ari mengagumi tanaman itu, sembilan bunga di Jamur Sembilan Lotus perlahan berubah, dengan kecepatan yang bisa diamati oleh mata, mulai menjadi buah.

“Aku harus berhasil, harus berhasil!”

Ari yang dilanda kegembiraan, kedua tangannya sampai berdarah karena digenggam erat, matanya menatap lurus ke arah Jamur Sembilan Lotus, menanti buahnya tumbuh sempurna.