Sebuah jurus pedang Penghapus Duka, sebilah Pedang Pemutus Nestapa, sebuah kendi Arak Pelupa Lara, setetes air mata kesedihan. Di Kota Qianzhou, di Perguruan Gunung Qian, berdirilah Kedai Arak Penghapus Duka, sebuah kedai arak yang misterius dan penuh darah. Mereka yang datang kemari untuk minum tidak memerlukan uang perak, cukup meninggalkan tiga tetes darah, tiga butir air mata, dan tiga helai napas sejati. Siapapun dirimu, entah bangsawan istana, pendekar dunia persilatan, pria maupun wanita, tua ataupun muda. Barang siapa yang melanggar aturan: tiada ampun, hanya kematian menanti.
Cahaya bulan terasa dingin, namun tatapan lebih dingin daripada cahaya bulan itu sendiri. Dengan pandangan dingin penuh kewaspadaan, ia menatap kerumunan yang sama-sama berjaga, tatapannya semakin membeku; waktu berlalu, masa bergulir, cahaya seolah mewarnai segalanya. Hanya cahaya bulan yang tak berubah, tetap dingin seperti biasa. Dengan tatapan yang sama dinginnya, ia berjalan di bawah cahaya bulan yang membekukan, membiarkan hatinya berselimut lapisan es.
Senja tiba, matahari telah meninggalkan sinar terakhirnya, menciptakan keindahan abadi yang tersimpan dalam kenangan orang-orang yang pulang dari perjalanan jauh, menjadi ingatan indah yang tak terlupakan. Ketika langit senja memerah setengah angkasa, orang-orang di pantai ada yang berenang, ada yang memungut kerang, ada pula yang tertawa riang... Suasana gembira di sini bergelombang seperti ombak, semakin lama semakin tinggi. Gelap senja turun perlahan, seperti jaring abu-abu menutupi seluruh bumi.
Kota Qianzhou, puncak Gunung Qian.
Musim telah berganti menuju penghujung tahun, hutan berselimut salju. Pegunungan menjulang tinggi, burung pun tak tampak. Hanya salju lembut berterbangan, di sekitar tebing curam yang berdiri tegak. Meski kepandaian bela diri luar biasa, tubuh secepat burung walet, tetap sulit untuk mendaki.
Di puncak Gunung Qian, seorang pria setengah baya berdiri tegak dengan tangan di belakang punggung. Ia mengenakan pakaian serba putih, jubahnya berkibar tertiup angin, membiarkan salju menutupi tubuhnya, topi harimau putih yang dikenakannya telah tertimbun salju. Di pinggangn