Langit dan bumi mengandung misteri, alam semesta penuh kekacauan sejak awal. Segala sesuatu di dunia ini ditentukan oleh takdir langit, dan umat manusia hanya mampu menikmati secercah dari anugerah itu. Namun aku bertekad menghancurkan langit ini! Ye Li, seorang pemuda lemah yang menjadi penguasa kota, menemukan sebuah prasasti misterius dalam sebuah peristiwa yang tak terduga. Sejak saat itu, hidupnya berubah, ia memulai perjalanan menuju kekuatan sejati. Tingkatan kekuatan: Pengendali Esensi, Ksatria Esensi, Guru Esensi, Bencana Spiritual, Bencana Kekaisaran, Bencana Agung, Santo Kosmik, Penguasa Kosmik, dan Penguasa Abadi Kosmik. (Apakah akan ada tingkatan selanjutnya, semuanya tergantung dukungan kalian.)
Bab pertama: Pemuda Tuan Kota
Di wilayah tenggara Benua Ziling, terdapat sebuah kerajaan kecil bernama Langit Raya. Di dalamnya ada lima kota besar yang makmur, tentu saja ukuran kemakmuran itu hanya berlaku bagi Kerajaan Langit Raya. Salah satu kota itu adalah Kota Feng.
Malam telah sunyi, manusia terlelap, seluruh makhluk tenggelam dalam gelapnya malam.
Saat ini, di kediaman tuan kota Feng.
"Besok adalah uji bulanan keluarga, malam ini aku harus mengumpulkan energi spiritual." Seorang remaja berusia sekitar lima belas tahun sedang duduk bersila di halaman. Tak lama kemudian, ia benar-benar tenggelam dalam keheningan. Di sekelilingnya, energi spiritual yang pekat berputar-putar tiada henti.
Energi itu seolah-olah tertarik oleh sesuatu, dengan cepat menyerbu masuk ke tubuh sang remaja, lalu menembus tiga puluh enam juta pori-porinya! Pemandangan ini pasti membuat siapa pun yang berlatih merasa iri.
Energi spiritual dari langit dan bumi berputar dan mengalir deras ke tubuh Ye Li, namun ia tidak merasa senang karenanya.
Kesulitan pun tiba. Energi spiritual yang masuk segera berkumpul di pusat dantian Ye Li, hingga dantian-nya dipenuhi oleh energi dari langit dan bumi. Melihat semakin banyaknya energi di dantian-nya, wajah sang remaja memancarkan kecemasan. "Kumpulkan!" bisiknya tegas, lalu ia mengarahkan energi pekat yang telah ada di dantian agar menekan dan mengumpulkan energi baru yang masuk.
Energi baru hampir saja terkondensasi menjadi kabut pekat, namun tiba-tiba, energi itu meledak liar seperti kuda