Bagian Tengah Bab Seratus Enam Belas: Menyelamatkan Shi Yu
Seribu tahun berkultivasi terhimpun dalam satu inti. A Wan memang belum memiliki masa kultivasi seribu tahun, tetapi justru karena itulah ia harus semakin melindungi inti silumannya. Maka, ketika mendengar Nianhua berkata hendak menukar inti silumannya, A Wan berpikir bahwa ia tidak boleh membiarkan Nianhua “berhasil”.
“Kenapa kau menangis? Sudah kukatakan, aku tidak akan menyakitimu.” Sebagai siluman rubah, sifat licik itu seakan telah melekat sejak lahir pada diri A Wan. Terlebih lagi, saat ini ia berada jauh dari kaumnya dan tak memiliki siapa pun di sisinya. Karena itu, ia hanya bisa menggunakan taktik menitikkan air mata, berharap hal tersebut dapat membuat Nianhua menghentikan tindakannya untuk mengeluarkan inti silumannya.
“Tolong, lepaskan aku.” A Wan berpikir untuk terlebih dahulu menunjukkan kelemahannya, agar Nianhua membatalkan mantra pembelenggu yang dikenakan kepadanya.
Nianhua sempat ragu, tetapi setelah teringat bahwa ia telah berjanji kepada Shi Liusheng, Penguasa Pulau Chongyin, untuk menyelamatkan Shi Yu, ia pun terpaksa mengeraskan hati. “Sebentar lagi selesai!”
Sambil melafalkan mantra, ia mengarahkan telapak tangannya kepada A Wan.
A Wan segera merasakan inti silumannya bangkit dari dalam perut, melewati rongga dada, lalu naik melalui tenggorokan hingga ke mulut. Ia terus merapatkan bibir, tidak ingin memuntahkan inti tersebut, tetapi tetap saja ia bukan tandingan Nianhua. Pada akhirnya, inti silumannya pun keluar.
Nianhua tahu betapa pentingnya inti siluman bagi kaum siluman, sehingga ia segera menukarkan inti siluman Hu Danniang ke dalam tubuh A Wan. Setelah melihat A Wan menelan inti siluman Hu Danniang, Nianhua mengira semuanya telah selesai.
“Mengapa kau mengambil inti silumanku?” Setelah inti silumannya ditukar, A Wan memang tidak sampai kehilangan nyawa, tetapi kekuatan silumannya tetap mengalami kerusakan.
Penjinakan inti siluman membutuhkan waktu. Inti siluman Hu Danniang telah lama dimurnikan oleh Tetua Mei, sehingga inti tersebut lebih mudah dikendalikan oleh Song Zichi. A Wan belum sempat memperoleh jawaban yang diinginkannya ketika Song Zichi mulai mengendalikannya. Sejak saat itu, ekspresinya berubah menjadi seperti yang kini dilihat Shi Yu.
“Antarkan makanan kepada Shi Yu.”
Pada awalnya, Song Zichi hanya mengendalikan inti siluman Hu Danniang. Karena baru saja memasuki tubuh siluman lain, inti tersebut tidak mungkin langsung menguasai kesadaran A Wan.
“Pergi!”
Setelah Song Zichi memperkuat mantra yang dilafalkannya, A Wan kembali membuka mata. Kali ini, ia telah sepenuhnya dikendalikan oleh inti siluman Hu Danniang.
Setelah berhasil mengelabui para penganut sekte iblis, “A Wan” pun tiba dengan selamat di hadapan Shi Yu. Begitu “A Wan” bersuara, Shi Yu baru merasa bahwa dirinya akhirnya diselamatkan.
“Aku sudah tahu Ayah pasti akan datang menyelamatkanku.”
“A Wan” mengangguk. Namun, karena saat itu Song Zichi hanya dapat menyalurkan kesadarannya melalui inti siluman Hu Danniang, ia tidak dapat menggunakan tangan “A Wan” untuk membuka belenggu di tangan dan kaki Shi Yu. Karena itu, ia hanya bisa menyuruh Shi Yu berpura-pura pingsan, mengelabui para penganut sekte iblis yang berpatroli di tempat itu, lalu membiarkan mereka sendiri yang membuka semua belenggu tersebut.
Maka, mengikuti perkataan Song Zichi, Shi Yu “tiba-tiba” jatuh pingsan di tanah.
“Celaka! Celaka! Nona Shi pingsan.” Song Zichi menarik kembali suaranya dan berbicara kepada dua penganut sekte iblis yang sedang berpatroli dengan suara asli A Wan.
Kedua penganut sekte iblis itu pun berjalan mendekat dan melihat bahwa Shi Yu benar-benar terbaring di tanah.
Salah seorang hendak membuka belenggu, tetapi dicegah oleh yang lain. “Bodoh, apa yang hendak kaulakukan?”
“Shi Yu adalah orang yang diperintahkan Raja Iblis untuk kita jaga baik-baik. Sekarang ia tiba-tiba pingsan. Bagaimana kalau ia terkena penyakit? Sebaiknya kita membawanya kepada tabib iblis untuk diperiksa.”
Setiap hari para penganut sekte iblis berpatroli, tetapi kebetulan hari ini Shi Yu jatuh pingsan. Jika Raja Iblis menanyai mereka, mereka pasti akan dihukum. Karena itu, penganut sekte iblis tersebut berniat membangunkan Shi Yu terlebih dahulu.
Penganut sekte iblis yang lain tak mampu membantah, sehingga ia hanya bisa mengangguk dan membantu membuka belenggu di kaki Shi Yu.
Mereka mengangkat Shi Yu keluar dari lembah, sementara “A Wan” berjalan mengikuti. Setelah mereka mencapai bagian atas lembah, Nianhua, yang sejak tadi telah menyergap di tempat tersembunyi, melancarkan Mantra Pembekuan Es dari belakang kedua penganut sekte iblis itu.
Benang-benang biru melilit tubuh mereka hingga keduanya menyerupai dua bongkahan es besar. Setelah merasa lilitannya cukup kuat, Nianhua mendorong mereka berdua jatuh dari atas lembah.
Nianhua menepuk-nepuk kedua telapak tangannya, berpikir bahwa para penganut sekte iblis ternyata tidak seberapa. Namun, ia tidak tahu bahwa para penganut sekte iblis memiliki beberapa tingkatan. Mereka yang ditugaskan berpatroli di luar Balairung Fuyao hanyalah kaki tangan rendahan dari tingkat terbawah.
“A Wan” meliriknya, seolah-olah hendak berkata, “Apa perlu menggunakan mantra ini untuk menghadapi penganut sekte iblis semacam itu?”
Melihat ekspresi “A Wan”, Nianhua memutar bola mata. “Kakak seperguruan, orangnya sudah berhasil diselamatkan. Untuk apa kau masih mengendalikan siluman rubah ini?”
Sebenarnya, Nianhua tidak bisa disalahkan karena memutar bola mata. Saat itu Song Zichi masih mengendalikan “A Wan”, sehingga ekspresi “A Wan” tadi dibuat sesuai keinginannya.
Setelah kedua penganut sekte iblis itu didorong jatuh ke dalam lembah, Shi Yu baru membuka mata. “Kakak seperguruan Zichi, ternyata benar-benar kaulah yang datang menyelamatkanku.”
Begitu melihat Song Zichi, Shi Yu merasa semua penderitaan yang dialaminya selama beberapa hari terakhir tidak lagi berarti. Ia pun hendak berlari untuk memeluk Song Zichi.
Namun, Nianhua telah mengetahui maksudnya. Ia menendang sebuah kerikil berukuran sedang ke bawah kaki Shi Yu—cukup kecil untuk tidak mencolok, tetapi cukup besar untuk membuat seseorang tersandung. Kaki Shi Yu pun terkilir, dan dengan demikian Nianhua berhasil mencapai tujuannya: mencegah Shi Yu memeluk Song Zichi.
Song Zichi melihat gerakan kecil Nianhua, tetapi tidak menghiraukannya. Ia hanya berkata kepada Shi Yu, “Nona Shi, Penguasa Pulau Shi masih berada di Istana Yaohua. Pulanglah bersama kami.”
Shi Yu semula merasa heran mengapa kakinya bisa terkilir. Namun, setelah melihat Song Zichi berbicara kepadanya dengan suara lembut, pikirannya kembali tertuju kepadanya. “Baik.”
Inti siluman A Wan masih berada di tangan Nianhua, sehingga Nianhua kembali menggunakan mantra untuk menukar inti silumannya dengan inti siluman Hu Danniang.
Barulah setelah melihat hal itu, Shi Yu memahami mengapa siluman rubah tersebut berbicara dengan suara Song Zichi. Rupanya, itu disebabkan oleh pengendalian inti siluman. Setelah inti siluman A Wan dikembalikan ke tubuhnya, tatapan matanya pun menjadi semakin jernih.
“Terima kasih!” Nianhua mendekati A Wan dan berkata demikian, tetapi A Wan justru meraih tangannya.
Nianhua mengira siluman rubah itu hendak menyerangnya. Ia segera melepaskan tangan dengan gerakan memutar dan hendak melancarkan mantra kepadanya. Namun, A Wan berkata, “Mengapa tubuhmu memiliki aroma penyelamatku?”
“Penyelamat?” Nianhua memang tidak pernah menyelamatkan siluman mana pun. Ia juga tidak menyangka bahwa penyelamat yang dimaksud A Wan mungkin saja adalah Qin Ye. Karena itu, ia hanya dapat menunjukkan ekspresi bingung.
Di sisi lain, Song Zichi sedang menunggu Nianhua untuk pergi bersama mereka. Bagaimanapun, tempat itu merupakan wilayah sekte iblis. Setelah tugas penyelamatan selesai, Song Zichi merasa mereka harus segera meninggalkan tempat tersebut.
Tanpa memedulikan A Wan yang masih menatapnya, Nianhua mengendalikan pedangnya dan menyusul Song Zichi bersama Shi Yu. Dalam perjalanan mereka kembali ke Istana Yaohua, Shi Yu mengungkapkan sebuah kabar penting.
“Ketika aku terjebak di dalam balairung itu, aku juga melihat sebuah tungku. Bentuknya agak mirip dengan Tungku Jufang, salah satu dari Sepuluh Artefak.”